Langsung ke konten utama

Sejarah

Sejarah BAZNAS Kabupaten Bandung BaratSejarah Zakat

Muqodimah


Bismillahirrahmanirrahim
Zakat adalah ibadah yang memiliki posisi sangat strategis baik dari aspek keagamaan, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Peran strategis ini secara nyata dinyatakan di dalam al-Qur'an dan al-Hadist. Syariat zakat diturnkan kepada Rasulullah SAW pada tahun kedua hijriyah. Pada masa itu Rasullulah SAW turun tangan dan mengangkat beberapa sahabat sebagi amil zakat yang bertugas mengumpulkan zakat dari para aghniya (muzaki) mendatanya di baitul mal dan menyalurkannya kepada para mustahik. Syari'at zakat ini selanjutnya dipegang teguh oleh para khulafaurrasyidin. Bahkan pada masa Abu Bakar ra, orang-orang yang melaksanakan shalat tetapi tidak mau menunaikan zakat diperangi.

Pada masa khalifah Mu'awiyah ra, zakat dikelola dan dipergunakan oleh negara melalui Baitul Mal untuk menandai kaum muslimin di wilayah perbatasan Byzantium untuk membantu masyarakat miskin yang diiming-imingi harta agar berpindah agama dan kewarganegaraan, menjaga stabilitas perekonomian dan harga kebutuhan popok penduduk, dan bahkan untuk menandai pasukan penjga perbatasan. Sejarah gemilang pengelolaan zakat terjadi pada khalifah Umar bin Abdul Aziz dimana pada masa itu ijtihad zakat berhasil dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak ada lagi orang yang mau menerima zakat.

Dalam catatan sejarah tersebut, pengelolaan zakat sepnuhnya dilaksanakan oleh pemerintah yang memiliki kekuasaan untuk menarik zakat dari tangan para muzakki. Dana tersebut didistribusikan kepada para mustahik diseluruh wilayah-wilayah negeri tanpa kecuali, dan menjadi bagian dari instrumen penting dalam ketatanegaraan.

Kondisi hari, pengelolaan zakat terbagi menjadi tiga model; Model pertama pemgelolaan zakat diakui oleh negara yang diakomodasi dalam peraturan perundang-undangan dam bersifat wajib kepada penduduk muslim di negara tersebut. Kedua, pengelolaan zakat diakui oleh negara yang diatur dalam undang-undang namun tidak bersifat wajib kepada penduduk muslim. Ketiga, pengelolaan zakat tidak diatur dalam undang-undang namun diserahkan kepada masyarakat.

Pengelolaan zakat pada model pertama merupakan kondisi ideal dimana negara mengambil peran dalam pengelolaan zakat. Untuk model ini, tampak seperti negara Arab Saudi dan Sudan, dimana zakat diatur secara resmi dan diwajibkan kepada penduduk muslim. Di Negara Sudan, zakat mampu menutupi kebutuhan orang-orang miskin padahal negara tersebut tengah mengalami embargo ekonomi. Sementara di Arab Saudi, penduduk miskin mendapat subsidi bulanan langsung pada rekening pribadinya masing-masing dari kas negara. Tak heran jika angka kemiskinan dikedua negara tersebut menjadi bahan pelajaran bagi kita, untuk menjadikan zakat sebagai sarana yang tepat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Popular Posts

Lokasi: CIPEUNDEUY - Bandung Barat, Kamis 14 Oktober 2021 Sinergi BAZNAS KBB & DINAS KESEHATAN KBB, Program KBB sehat BAZNAS Kab. Bandung Barat melaksanakan Program Khitanan masal & paket Sembako Untuk Dhuafa

 Bandung Barat, Kamis 14 Oktober 2021  Sinergi BAZNAS KBB & DINAS KESEHATAN KBB, Program KBB sehat BAZNAS Kab. Bandung Barat melaksanakan Program Khitanan masal & paket Sembako Untuk Dhuafa  sinergi BAZNAS Kab. Bandung Barat melaksanakan program khitanan masal dan distribusi paket sembako untuk duafa yang tertempat Di Kecamatan Cipeundeuy Kab. Bandung Barat  Adapun acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kab. Bandung Barat Drs. H. Hilman Farid, waka 1 H. Agus Saepul Muhtaz, S Ag,. M.M , Waka 2 Drs. H. Ae Tajudin, beserta jajaran kepanitiaan dari UPZ kecamatan Emansulaeman & yang bekerjasama dengan beberapa stakeholder yang ikut andil dalam program khitanan masal ini. - Dokumentasi ORANG TUAANAK KHITAN Peserta program khitanan masal sendiri berasal dari 11 Kampung Di Kecamatan Cipeundeuy yakni Margalaksana, Nyenang, Puteran, Cipeundeuy, Ciroyom, Jatimekar, Bojongmekar, Sirnagalih, Sukahaji, Sinaraja, Ciharashas, yang berjumlah 42 peserta Yatim dan dhuafa  Adapun tujuan diseleng

Telah Dibuka Pendaftaran Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung Barat

  Telah Dibuka Pendaftaran Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung Barat Bandung Barat - Berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor : 188.45/Kep. 586-BagKesra/2021 Tanggal 8 Nopember 2021 tentang Panitia Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bandung Barat dan Surat Badan Amil Zakat Nasional Nomor: 774/ANG/BAZNAS/IX/2021 Tanggal 8 September 2021 Perihal Berakhirnya Masa Kerja Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Periode 2016-2021. Maka Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat membuka kesempatan seluas-luasnya para ulama, tokoh masyarakat, dan professional untuk mendaftarkan diri sebagai calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat Masa Bhakti 2021-2026. Pendaftaran dimulai tanggal 15 Nopember 2021 s.d. 23 Desember 2021 Adapun persyaratan peserta pendaftaran dan formulir pendaftaran bisa di download di link berikut.  KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN

Bandung Barat, Kamis 03 Februari 2022 - Semangat Bapak Iyar Karyadi dalam menjalankan usaha setelah mendapatkan program Zmart dari BAZNAS

  Bandung Barat, Kamis 03 Februari 2022   Semangat Bapak iyar Karyadi dalam menjalankan usaha setelah mendapatkan program Zmart dari BAZNAS Monitoring rutin terus dilakukan oleh pendamping program Zmart Bandung Barat dalam rangka monitoring perkembangan usaha warung salah satunya saudagar iyar Karyadi 002/006 (52 thn) yang beralamat di Desa. Campaka Mekar kec. Padalarang Bandung Barat. Iyar karyadi selain berdagang sehari hari beraktifitas sebagai guru ngaji untuk anak-anak di kampung sekitar tempat iya tinggal. sebelum mendapatkan bantuan program Zmart dari BAZNAS iya sempat kesulitan dalam permodalan, terlebih pa iyar memiliki tanggungan 2 anak yang masih duduk di bangku sekolah.  Setelah mendapatkan bantuan program dari BAZNAS kini semangat menjalankan usaha mulai tumbuh kembali, kapasitas barang jual di warung meningkatkan pesat dengan variasi barang dagangan yang cukup banyak, displaying produkpun lebih tertata rapi dengan pemberian Rak yang di simpan pada bagian depan warung sehi